headerphoto
** INFO GRESS -- " Welcome to Portal Pasuruan Online - INFO : Anda memiliki foto - foto seputar Kota atau Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya, ( yang tempoe doeloe atau sekarang ), silahkan kirimkan ke redaksi kami di email: admin@pasuruan.info, mari bersama kita memajukan serta berbagi informasi bersama di dunia maya.**

Seputar Pemindahan Ibukota Pasuruan ke Bangil

Rabu, 10 Maret 2010 11:33:58 - oleh : admin

Space Iklan

Wacana pemindahan ibukota Kabupaten Pasuruan kembali menggelinding. Pada sarasehan di RM Apung, pukul 20.00 WIB, kemarin malam (9/3), para tokoh asal wilayah Barat Pasuruan mendengungkan agar ibukota kabupaten dipindah ke Bangil.

Hasil sarasehan lantas dirumuskan untuk diserahkan pada Pemkab Pasuruan dan Ketua DPRD setempat Irsyad Yusuf. Karena itu, sarasehan juga menunjuk tiga orang sebagai tim perumus. Yakni, Sudiono Fauzan, Khoiron Slamet dan Chairil Muhlis. "Segera akan kami rumuskan. Dan kami tetap akan meminta respons pemkab dan dewan dengan cepat," tegas Sudiono Fauzan.

Sarasehan sendiri dihadiri puluhan tokoh dari berbagai kalangan. Misalnya, ulama KH Choiron Syakur, praktisi pendidikan Abd Rozak dan Khoiron Slamet, mantan anggota DPRD kabupaten Sudiono Fauzan, pengusaha Khoiron, tokoh sepak bola Abubakar Assegaaf dan beberapa tokoh lain. Tampak pula dari beberapa LSM, seperti Imron Rosyadi, Suryono Pane, Chairil Muhlis, Sobari dan Usman Hidayat.

"Seharusnya sudah ada pikiran cerdas untuk memindahkan ibukota kabupaten yang saat ini berada di kota pindah ke wilayah kabupaten," ujar Usman Hidayat, aktivis LSM.

Sarasehan ini sebenarnya juga mengundang unsur legislatif dan eksekutif. Namun, mereka berhalangan hadir. Sarasehan kemudian dipimpin Sudiono Fauzan, mantan ketua FKB DPRD periode lalu. Sudiono lantas menyaring aspirasi dari semua yang hadir.

KH Choiron Syakur menegaskan, pemindahan ibukota kabupaten sebaiknya diarahkan ke Bangil. Sebab selain sisi historis (sejarah), Bangil memang sudah diarahkan untuk perumahan dan perkantoran. "Sesuai dengan RTRW (rencana tata ruang dan wilayah), Bangil difungsikan untuk perumahan dan perkantoran. Tinggal pemkab perlu mengkaji dan merencanakan secara serius apakah memilih pusat pemerintahan di eks RSUD Bangil atau komplek perkantoran Raci," cetus Kiai Choiron.

Pemindahan ibukota kabupaten lanjut Kiai Choiron, memang tidak bisa sekaligus. Tapi paling tidak ada kesungguhan dari pemkab untuk memprioritaskan cikal bakal pemindahan pusat kota. "Tentu saja ada alokasi anggaran. Mungkin tidak bisa sekali APBD. Tetapi tiga sampai empat kali APBD. RTRW dan percepatan pemindahan Ibukota Ini harus kita kawal terus," tegas kiai yang dikenal vokal ini.

Sarasehan juga sempat membahas peninjauan beberapa perda. Ini penting, agar para tokoh punya kepedulian untuk mengawal produk-produk peraturan daerah yang sudah dibuat.

Pembahasan dalam sarasehan sempat sedikit melebar. Terutama ketika membahas fungsi Alun-alun Bangil yang kurang tertata. Abubakar Assegaaf menyoroti gelapnya Alun-alun saat malam hari. "Ini menyebabkan munculnya perilaku asusila dan transaksi narkoba. Saya pernah menjumpai ada kondom yang tertinggal. Masya Allah. Masak begini kota santri," tegas Abubakar meledak-ledak.

Pengawasan alun-alun lanjut Bakar, tidak bisa dibebankan pada tiga orang Satpol PP. "Kalau hanya tiga orang, ya jelas susah. Masak harus menerjunkan Pai sama Mustofa (dua orang yang biasa berjaga di pasar dan Polres Pasuruan, Red)," cletuk Bakar sambil disambut gelak tawa. Karena materi sedikit melebar, Imron Rosyadi meluruskan kembali. (jawapos.com)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Seputar Bangil" Lainnya

  Close Ads
Mudik Senyum Indosat 2010