Soal Relokasi PKL Plaza Pandaan
Rencana Pemkab Pasuruan untuk merelokasi PKL yang ada di depan komplek
plaza Pandaan sudah lama didengungkan. Namun, hingga kini belum ada
kejelasan. Padahal, sebelumnya rencana itu dijadualkan terealisir akhir
tahun lalu.
Belum jelasnya realisasi relokasi itu
menimbulkan spekulasi bahwa rencana itu urung dilakukan. Kepala Dinas
Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Samsul Arifin pun harus angkat
bicara bahwa relokasi itu tetap akan dilakukan.
"Rencana
(relokasi) itu tetap akan kami lanjutkan," tegasnya saat dihubungi
melalui telepon selulernya, kemarin (8/3). Hanya saja, pelaksanaannya
memang tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Saat ini kata
dia, pihaknya masih menunggu masukan data dari Dinas Cipta Karya
terkait lahan di dalam pasar Pandaan yang akan dipakai tempat relokasi.
"Sementara ini kan masih dihitung oleh Cipta Karya. Detailnya
bagaimana, kan masih dihitung semua," imbuhnya.
Seperti diberitakan Radar Bromo,
Pemkab Pasuruan berencana menata Pandaan. Salah satu yang dilakukan,
memindah para PKL yang ada di depan komplek plaza Pandaan. Menurut
rencana, para PKL yang berjumlah sekitar 35 orang itu akan direlokasi
ke dalam komplek pasar Pandaan. Tepanya, eks pasar burung yang saat ini
sebaian dimanfaatkan untuk lahan parkir.
Samsul menjelaskan,
pihaknya tak ingin terkesan grusa-grusu untuk merealisasikan rencana
itu. Karena itu, pihaknya masih melakukan persiapan untuk mewujudkan
rencana itu. Termasuk, menghitung daya tampung lahan baru yang akan
dipakai para PKL tersebut.
Ia menuturkan, rencana relokasi itu
sendiri dilatarbelakangi oleh keinginan pemkab untuk menjadikan lahan
yang kini ditempatin para PKL itu sebagai ruang terbuka hijau (RTH).
Namun, dirinya juga tidak menghendaki adanya permasalahan baru yang
mungkin timbul.
Karena itu, sebelum lahan baru untuk para PKL itu benar-benar disiapkan, pihaknya belum bisa mengambil action.
"Kalau tempat barunya sudah siap, baru kami relokasi," katanya. Sebab
itu, dirinya juga berharap agar proses yang kini dilakukan Cipta Karya
itu selesai secepatnya.
"Jangan sampai rencana ini menjadi
permasalahan baru. Sebab, mereka (PKL) kan juga manusia yang bekerja
untuk mencari nafkah," imbuhnya. (jawapos.com)






