Persiapan Unas 2010 di Kab. Pasuruan
Ada banyak cara yang ditempuh sekolah untuk menyiapkan muridnya agar
secara mental siap menghadapi ujian nasional (unas). Seperti yang
dilakukan oleh SMPN 1 Kejayan Pasuruan. Sekolah ini tidak hanya
menggelar try out secara maraton. Para murid sekolah itu juga sampai
di- hypnotherapy.
Ada
yang unik dari strategi kesiapan unas yang dilakukan oleh siswa kelas
IX di SMPN 1 Kejayan. Sekolah tersebut mendatangkan seorang mental
motivator bernama Mei Hendra Darma, seorang counseling Training Therapy
dari Malang.
"Kami memang berniat mengolaborasikan antara
belajar keras, doa, dan kekuatan dari diri sendiri. Wujudnya berupa
kepercayaan diri. Ini sangat penting, dan harus sama kuatnya," kata
Kepala SMPN 1 Kejayan Tanty Rahayu kemarin (8/3).
Kedatangan
mental motivator itu tidak disia-siakan seluruh siswa yang akan
menghadapi unas pada 29 Maret mendatang. Mereka tampak antusias
mengikuti setiap penjelasan Mei Hendra Darma yang mengangkat tema
membangun kepercayaan diri, dalam rangka menghadapi unas tersebut.
"Ingat.
Apapun aktivitas kehidupan yang kami lalui, lakukan sekuat tenaga untuk
usaha dan doa. Tapi jangan pernah mengabaikan juga rasa percaya diri
yang tumbuh dari diri sendiri bukan orang lain. Percuma belajar dalam
rentang waktu lama, jika percaya diri itu kurang," ungkap Hendra sang
motivator.
Di hadapan 143 siswa tersebut, laki-laki ini
banyak mengungkapkan bagaimana melepas segala macam rasa ketakutan.
Sekaligus mengolah kekuatan dalam rangka membangun kepercayaan diri
dalam menghadapi ujian nasional tersebut.
Hendra juga
berusaha menanamkan semangat membentuk citra diri berupa self image,
untuk terciptanya angan-angan tinggi yang terwujud sesuai dengan
harapan yang didambakan seluruh siswa. "Apa dambaan dan cita-cita itu jika bukan untuk bisa lulus unas," tandasnya.
Sesaat
setelah serangkaian materi tentang mental motivator itu diutarakan,
Hendra juga menyempatkan diri memimpin proses hypnotherapy. Diawali
dengan kata-kata penyemangat yang dilontarkan oleh masing-masing siswa.
Hendra berulangkali berusaha membangkitkan harapan dalam
hati para siswa untuk mengangkat ke permukaan apa yang
dicita-citakannya dalam unas nanti. Sambil dengan menutup mata,
berdialog dengan hati, therapi dengan kontak hipnotis dari mentalis
motivator Hendra itupun dilakukan secara langsung.
Ternyata,
cukup membuahkan hasil. Dalam waktu tidak lebih dari 15 menitan, hampir
seluruh siswa sudah dalam kondisi mata tertutup rapat, seperti orang
tidur, dan membangun impiannya untuk bisa lulus unas ketika proses
hipnotis berlangsung.
Begitu disadarkan dari pengaruh
hipnotherapy, mayoritas siswa mengaku lebih bersemangat menghadapi unas
pada 29 Maret nanti. "Saya lebih percaya diri sekarang. Benar lho,
tidak dibuat-buat. Kemarin-kemarin sempat grogi, khawatir tidak lulus
saja. Sekarang Alhamdulillah, dengan hasil belajar, dan doa, serta
modal percaya diri saya siap menghadapi unas," ungkap Faizah, salah
seorang siswi. (jawapos.com)






