Siswi Al Yasini Pasuruan Ke Jepang

Selasa, 22 Januari 2013 06:29:05 - oleh : admin

Siswi Al Yasini Pasuruan Ke Jepang

PASURUAN - Sekalipun terbilang singkat, pengalaman melihat rekontruksi masyarakat Jepang pasca Tsunami beberapa tahun belakangan, membuat Lailatul Wahdania bangga.

Betapa tidak, pelajar SMK Kesehatan Al Yasini, Areng-areng, Wonorejo itu begitu berambisi, untuk melihat lebih dekat kehidupan warga negara berjuluk matahari terbit itu, sehingga ketika dirinya berhasil mendapat beasiswa Kizuna Bond, siswa yang masih duduk di bangku kelas XI Keperawatan itu pung senang bukan kepalang.

Ditemui di sekolahnya, Sabtu (19/01), gadis kelahiran Pasuruan, 12 Agustus 1996 itu menceritakan seputar perjalannya, hingga mendapat beasiswa "The Youth Exchange Project with Asia Oceania and North America" selama sepuluh hari, yakni 6-16 Januari silam.

Untuk sampai pada akhir keberhasilannya, Wahda, begitu panggilannya, harus mengikuti lima tahap seleksi, mulai dari tes akademik, wawancara dua bahasa, dinamika kelompok, tes nasional, hingga tes internasional. Dari kelima ujian tersebut, tes internasional lah yang dirasa paling sulit.

"Tesnya sendiri dimulai sejak maret 2011. Level bahasa inggrisnya harus di atas rata-rata, karena di sana kita harus berbicara dengan warga jepang, menggunakan bahasa inggris dan jepang. Kalau bahasa inggris, saya sudah bisa, tapi yang bahasa jepang tidak terlalu fasih, hanya bisa beberapa saja," akunya, saat ditanya Radio Suara Pasuruan.

Setelah bersaing dengan puluhan ribu peserta se-Indonesia, salah satu warga Kecamatan Grati itu pun oleh panitia dinyatakan memenuhi syarat, untuk mendapat beasiswa melalui program bina antar budaya itu.

Di Negara Sakura itu, Wahda dan 89 pelajar lainnya, mengunjungi beberapa tempat di Jepang, yang pernah diluluh lantakkan oleh Tsunami, di antaranya Pulau Okoshima, Oshima, serta Pulau Kasennuma.

Dari ketiga tempat di atas, Oshima Island lah yang paling membuat Wahda terkesan. Pasalnya, pulau tersebut terkenal dengan sebutan "Mutiara Hijau Jepang".

"Pas saya ke sana, kondisinya sudah cantik. Padahal, menurut orang tua asuh saya di Jepang, Oshima Island jauh lebih cantik dari yang saya lihat sekarang. Makanya, saya ingin sekali kembali di sini," tutur gadis berkerudung itu.

Sementara itu, Muzammil, pembina sekaligus Wakil Kepala SMK Kesehatan Al Yasini mengaku bangga, dengan prestasi yang diraih anak didiknya itu.

Menurutnya, Bina Antar budaya telah menjadi bukti, betapa luasnya kesempatan para pelajar, untuk dapat mengenyam pendidikan, atau mengenal lebih jauh, setiap negara yang ada di dunia.

"Bina Antar budaya adalah organisasi nirlaba, yang merupakan mitra dari AFS Intercultural Programs, yang bertanggung jawab dalam melaksanakan program pertukaran pelajar seperti AFS, YES dan Kizuna. Sebenarnya kami mengirimkan 46 siswa, tapi yang berhasil cuma satu. ya Alhamdulillah,"tegasnya. (EMIL) (107fm.pasuruankab.go.id)

 

| More

Berita "Pendidikan" Lainnya

Pasuruan Kota

Kamis, 21 November 2013 11:09:58

UMK 2014 Ditetapkan, Buruh Tak Puas & Ancam Demo Lagi

Pasuruan - Gubernur Jawa Timur Soekarwo akhirnya menetapkan upah mini...

Rabu, 12 Juni 2013 17:47:13

Raih Adipura Keempat, Kota Pasuruan Pawai Keliling

Pasuruan - Raih piala Adipura empat kali berturut-turut, Pemkot Pasuru...

Rabu, 24 April 2013 07:39:17

Peringati Hari Kartini, Keliling Kota Pasuruan

PASURUAN - Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 april, dimakna...

Kamis, 4 April 2013 12:39:06

Polres Pasuruan Kota Bentuk Tim Patroli Sambang

Pasuruan - Polres Pasuruan Kota melaunching Tim Patroli Sambang, Rabu ...