Pemasangan Pipa PT Santos di Lahan Puslatpur Ditolak Warga

Kamis, 28 Juni 2012 00:15:43 - oleh : admin

Pemasangan Pipa PT Santos di Lahan Puslatpur Ditolak Warga

Pasuruan - Rencana pemasangan pipa gas yang akan melintasi lahan milik Pusat Latihan Tempur (Putlatpur) TNI AL di Grati, Pasuruan mendapat penolakan dari sejumlah ulama dan perwakilan Forum Komunikasi Santri Pasuruan serta koalisi LSM.

Pasalnya, pipa gas sejauh 9.1 kilo meter tersebut akan ditanam di lahan yang sampai saat ini masih dalam sengketa. Mereka beranggapan bahwa selama ini TNI AL berperilaku sepihak.

Saat warga akan membangun fasilitas umum untuk kepentingan warga tidak diperbolehkan, sementara pembangunan infrastruktur untuk kepentingan militer diperbolehkan.

"Kami sudah menyampaikan aspirasi masyarakat dan para santri yang tidak menghendaki pembangunan pipa gas diatas lahan sengketa. Pembangunan pipa gas ini hanya akan meresakan warga," kata Abdullah Fakih, Ketua Forum Santri Kabupaten Pasuruan, Selasa (26/6/2012).

Pria yang akrab disapa Gus Dullah ini mengatakan pada bulan Mei lalu pihaknya sudah menyampaikan aspirasi penolakan tersebut kepada Panglima Armada Timur (Pangarmatim). Ia berharap, penolakan warga ini dijadikan pertimbangan agar TNI AL tidak mudah memberikan ijin pembangunan pipa gas kepada investor.

"Kalau pipa gas tetap dibangun, maka kami siap menggelar aksi penolakan," tandasnya.

Sementara menurut juru bicara koalisi LSM Kabupaten Pasuruan, Suryono Pane, selain karena akan dibangun di lahan sengketa, penolakan pemasangan pipa gas juga didasarkan atas tidak adanya kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) yang akan diterima Pemkab Pasuruan. Sehingga pembangunan pipa gas tersebut hanya akan menguntungkan pihak-pihak tertentu saja.

Menurutnya, pembangunan pipa gas bisa dilakukan sepanjang memberikan kontribusi PAD kepada Pemkab Pasuruan. Untuk menjamin pemasukan PAD tersebut, pelaksana proyek pipa gas hanya bisa diberikan kepada BUMD Pemkab Pasuruan dimana saat ini sudah terdapat PT Pasuruan Migas.

"Untuk itu kami mendesak Bupati Pasuruan agar tidak gegabah memberikan izin kepada perusahaan swasta mengambil alih pemasangan pipa gas. Dimana saat ini sudah tercatat satu perusahaan yakni PT Green Energy Power yang mengajukan izin untuk pemasangan pipa," kata Suryono.

Kabupaten Pasuruan mendapat jatah gas dari PT Santos, perusahaan minyak dan gas asal Australia. Pasokan gas tersebut berasal dari dua sumur di lapangan Wortel, Blok Sampang yang berada di lepas pantai pulau Madura.

Selain disalurkan ke pembangkit listrik tenaga uap milik PT Indonesia Power, anak perusahaan PT PLN yang ada di Grati, rencananya gas akan didistribusikan ke swasta untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Untuk mendistribuskan gas dari bibir pantai Grati ke sejumlah perusahaan di wilayah tersebut, dibutuhkan instalasi pipa sepanjang 9.1 Km. (fat/fat) (detiksurabaya.com)

 

| More

Berita "Peristiwa" Lainnya

Pasuruan Kota

Kamis, 21 November 2013 11:09:58

UMK 2014 Ditetapkan, Buruh Tak Puas & Ancam Demo Lagi

Pasuruan - Gubernur Jawa Timur Soekarwo akhirnya menetapkan upah mini...

Rabu, 12 Juni 2013 17:47:13

Raih Adipura Keempat, Kota Pasuruan Pawai Keliling

Pasuruan - Raih piala Adipura empat kali berturut-turut, Pemkot Pasuru...

Rabu, 24 April 2013 07:39:17

Peringati Hari Kartini, Keliling Kota Pasuruan

PASURUAN - Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 april, dimakna...

Kamis, 4 April 2013 12:39:06

Polres Pasuruan Kota Bentuk Tim Patroli Sambang

Pasuruan - Polres Pasuruan Kota melaunching Tim Patroli Sambang, Rabu ...